Kamis, 26 Maret 2020

DASAR – DASAR ROUTING

A. Protokol Routing Interior

Routing protocol adalah suatu aturan yang mempertukarkan informasi routing yang akan membentuk sebuah tabel routing sehingga pengalamatan pada paket data yang akan dikirim menjadi lebih jelas dan routing protocol mencari rute tersingkat untuk mengirimkan paket data menuju alamat yang dituju. Routing protocol dibagi menjadi 2, yakni :

1. Interior Routing Protocol
Interior Routing Protocol biasanya digunakan pada jaringan yang bernama Autonomous System, yaitu sebuah jaringan yang berada hanya dalam satu kendali teknik yang terdiri dari beberapa subnetwork dan gateway yang saling berhubungan satu sama lain.
Karakteristik interior routing protocol ini adalah :
  1. Routing protokol distance vector
  2. Metric berdasarkan pada jumlah lompatan (hop count) untuk pemilihan jalur jika hop count lebih dari 15, maka paket dibuang
  3. Update routing dilakukan secara broadcast setiap 30 detik.
Kelebihan interior routing protocol ini adalah :
  1. RIP menggunakan metode Tringgered Update
  2. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan raouter harus kembali memberikan informasi routing. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan terrsebut (triggered update)
  3. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.

Kekurangan interior routing protocol ini adalah :
  1. Jumlah host terbatas
  2. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap router
  3. RIP tidak mendukung variabel length subnet masking (VLSM) ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada.
2. Routing Information Protocol (RIP)
Biasanya terdapat pada sistem operasi UNIX dan Novell yang menggunakan metode distance vector algoritma yang bekerja dengan menambahkan satu angka matrik jika melewati 1 gateway, sehingga jika melewati beberapa gateway maka metriknya juga akan bertambah. RIP memiliki 3 versi yaitu :
  1. RIPv1 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop terpendek atau router terbaik, RIP versi 1 juga merupakan class pul routing.
  2. RIPv2 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop terpendek atau router terbaik, RIP versi2 juga merupakan class list routing.
  3. RIPng merupakan (RIPNext Generation / RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam RFC 2080, adalah perluasan dari RIPv2 untuk mendukung IPv6, generasi Internet Protocol berikutnya.
Kelebihan Dari RIP sebagai berikut :
  1. Menggunakan metode Triggered Update.
  2. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
  3. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
  4. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
3. Open Shortest Path First (OSPF)
60
Routing ini memakan banyak resource komputer dibanding Routing Information Protocol (RIP), akan tetapi pada routing ini rute dapat dibagi menjadi beberapa jalan sehinggga data dapat melewati dua atau lebih rute secara pararel. Karakteristik dari OPSF adalah:
  1. Protokol routing link – state merupakan open standart protokol routing yang dijelaskna di RFC2328
  2. Menggunakan alogaritma SPF untuk menghitung cost terendah
  3. Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan
  4. Menggunakan protokol broadcast.
  5. Antara RIP dan OSPF menggunakan di dalam Autonomous System (AS)
Kelebihan dari OPSF adalah :
  1. Tidak meghasilkan routing loop
  2. Mendukung penggunaan beberapa metriks sekaligus
  3. Dapat menghasilkan banyak jalur kesebuah tujuan
  4. Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
Kekurangan dari OPSF adalah :
  1. Membutuhkan basis data yang besar
  2. Lebih rumit
Dengan menggunakan konsep hirarki routing ini sistem penyebaran informasinya menjadi lebih teratur dan tersegmentasi, tidak menyebar ke sana ke mari dengan sembarangan. Efek dari keteraturan distribusi routing ini adalah jaringan yang penggunaan bandwidth-nya lebih efisien, lebih cepat mencapai konvergensi, dan lebih presisi dalam menentukan rute-rute terbaik menuju ke sebuah lokasi. OSPF merupakan salah satu routing protokol yang selalu berusaha untuk bekerja demikian. Teknologi yang digunakan oleh routing protokol ini adalah teknologi link Stateyang memang didesain untuk bekerja dengan sangat efisien dalam proses pengiriman update informasi rute. Hal ini membuat routing protokol OSPF menjadi sangat cocok untuk terus dikembangkan menjadi network berskala besar. Pengguna OSPF biasanya adalah para administrator jaringan berskala sedang sampai besar. Jaringan dengan jumlah router lebih dari sepuluh buah, dengan banyak lokasi-lokasi remote yang perlu juga dijangkau dari pusat, dengan jumlah pengguna jaringan lebih dari lima ratus perangkat komputer, mungkin sudah layak menggunakan routing protocol ini.



TUGAS!
1. BUATLAH RANGKUMAN DARI MATERI DIATAS.
2. BUATLAH 10 PERTANYAAN + JAWABAN DARI MATERI DI ATAS.
3. TULISKAN NAMA DAN NOMER ABSEN DI KOLOM KOMENTAR UNTUK TANDA CEKLIST ABSEN SISWA.
4. KIRIM RANGKUMAN DAN SOAL + JAWABAN MELALUI SOFT FILE ATAU DI CATAT DI BUKU DAN DAN DI FOTO, LALU KIRIM EMAIL KE pamungkasragel@gmail.com